Posted on

14 September 2012 di Sipaholon

Manusia yang hidup adalah manusia yang menghidupkan logika dan hati nuraninya.    Manusia tidak hanya berhenti menemukan relasi tetapi juga berpikir menuju demi kebebasan.     Apa yang kulihat dan apa yang kurasa perlu tetap kupertentangkan tapi bukan kuhakimi. Mari belajar kritis, karena Paulus juga berkata Allah menganugerahkan manusia akal budi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s