Posted on

Cara Pandang

Pada suatu waktu, Tuhan mengutus dua malaikat ke bumi (1 malaikat senior dan 1 malaikat junior). Malaikat junior ditugaskan mendampingi malaikat senior untuk belajar menjadi malaikat yang baik. Pada hari pertama, mereka datang ke rumah seorang yang kaya tetapi kejam dan pelit. Mereka memohon untuk bermalam di rumah orang kaya tersebut. Orang kaya yang kejam tersebut memeras habis tenaga mereka, sebelum mengizinkan mereka bermalam. Pada malam hari mereka diizinkan untuk tidur di gudang bawah tanah yang sangat lembab, gelap dan kotor. Di gudang tersebut terdapat tembok yang retak dan semennya terkelupas. Sebelum tidur malaikat junior melihat seniornya menggunakan kesaktian yang dia miliki untuk memperbaiki tembok yang retak itu, sehingga tembok tersebut tertutup rapi seperti tembok baru. Setelah itu, keduanya tidur dan keesokan harinya mereka pamit meneruskan perjalanan.

oint

Pada hari kedua mereka datang ke rumah pasangan petani miskin, denga rumah yang sangat sederhana. Suam-isteri petani ini merupakan pasangan yang sangat miskin dan satu-satunya kekayaan mereka hanyalah seokor sapi. Kedua malaikat ini meminta izin kepada si petaniuntuk bermalam. Pasangan petani ini sangat baik dan ramah, mereka memberikan kamar tidur mereka kepada dua malaikat itu untuk bermalam, sedangkan pasangan petani tersebut tidur di dapur. Pada keesokan harinya, malaikat junior terbangun oleh suara isak tangis dari pasangan petani miskin ini. Ia menghampiri dan melihat bahwa pasangan petani ini sedang menangisi sapinya yang telah mati. Sapi yang merupakan satu-satunya milik berharga dari pasangan petani ini. Setelah hari beranjak siang, kedua malaikat tersebut pamit untuk meneruskan perjalanan.

Dalam perjalanan, malaikat junior terlihat kecewa dan marah. Ia memprotes tindakan malaikat senior tersebut. “Mengapa tembok ruang bawah tanah orang kaya yang kejam dan pelit tersebut engkau perbaiki? Tetapi, mengapa engkau malah membiarkan sapi petani itu mati? Bukankah engkau tahu bahwa petani tersebut sangat baik dan sapi itu adalah kekayaan satu-satunya darinya?” Malaikat senior itu tersenyum dan menjawab, “Apa yang engkau lihat tidak sama dengan apa yang terjadi sebenarnya. Tembok rumah orang kaya yang kejam tersebut aku perbaiki karena aku melihat ada emas permata yang sangat banyak di belakang retakan tembok tersebut. Dengan menutup dan memperbaiki retakan itu, orang kaya yang kejam tersebut tidak akan pernah menemukan emas permata itu seumur hidupnya. Sedangkan untuk petani miskin tersebut, pada malam hari kita bermalam, malaikat maut datang untuk mengambil nyawa isterinya. Aku mencegah dan membujuk malaikat maut itu untuk mengambil nyawa sapi petani sebagai ganti nyawa isteri petani itu.”

Dalam kehidupan kita, mungkin kita sering mengalami bahwa apa yang kita lihat berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya. Kita harus selalu mengucap syukur dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita dan rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera dan sukacita. Pandanglah segala sesuatu dengan mata iman.

Disadur dari http://hikmat-tuhan.com/?menu=ilustrasi&task=preview&id=28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s