Posted on

Miskomunikasi

miscommunication

 

Pernahkah anda menemukan masalah karena salah menanggapi sesuatu? Mungkin, salah berbicara, salah mendengar, atau salah menanggapi sesuatu? Aku punya cerita tentang kami. Ketika asik berbicara seharian, kami terluput dari satu kondisi yang membuat kamu lupa untuk menyampaikan “aku sedang berbicara dengan oranglain”. Selama pembicaraan yang berlangsung, kami melupakan sedang asik memadu kasih, dan kebetulan berhubungan dengan seorang mantan.

Pembicaraan lain bersama seorang pendeta pun larut dalam keseriusan dan terkesan menutup pembicaraan kami sebelumnya. Ternyata dalam pikirannya aku melupakan dia. Dalam proses pembicaraan tersebut, dia mulai curiga dan mengirimkan banyak hal tentang apa yang mulai ditakutkannya dan keinginannya, bahkan sampai pada kata “ooke fine”, untuk menunjukkan keseriusannya. Entahlah apa yang dipikarnya, aku tidak tahu, tapi aku mengerti, ia mencariku dan merindukanku. Ia pun larut dalam kecurigaan, yang ia sebut “MAD dan BT”. Tiba saatnya aku pulang dan keluar dari pembicaraan kedua dan mulai berbicara  padanya, untuk menjelaskan bahwa kami telah salah paham. Aku tidak meninggalkannya, aku tidak pernah sedikitpun berpikiran pergi darinya atau marah padanya hanya karena seorang mantan.

Pembicaraan pun larut dalam keegoisannya untuk tidak mengangkat teleponku, hanya menjawab bbm-ku ia sedang marah dan tidak ingin bicara sekarang. Ia pun mengatakan tidak ingin bicara dan tidak ingin menyelesaikan pembicaraan secara kekeluargaan🙂. Aku kaget dan bingung harus bagaimana? Ku tahu aku harus menemukan kembali wanitaku dan ia tahu kami sedang jatuh dalam kesalahpahaman, dan percuma kami ribut hanya karena masalah tersebut, karena aku mencintainya.

Apakah kami mampu bertahan dalam kondisi ini? Tiba waktunya ia mulai tersenyum dan tertawa, dan aku merasa lega karena menemukan canda dan tawanya. Ia mulai membuka hati dan kesempatan mengerti masalah aku tidak pernah ingin berpisah dan larut dalam masalah. Terimakasih Tuhan untuk roh-Mu yang  membimbing kami pada orientasi kesetiaan, ketulusan dan cinta yang tanpa batas. Kiranya semangat harapan kami bersama menjadi satu di hadapanmu sesuai dengan kehendak-Mu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s