Posted on

21-22 Januari 2013

Hari ini hari pertamaku melangkahkan kaki menuju Medan pada tahun ini. Langkah kecil yang berharap menjadi langkah besar untuk hubungan ku bersama my Pudan. Aku berharap langkah-langkah kecil itu tidak membuatku gentar dan gemetar, karena aku percaya Ia hadir disetiap langkah dan keinginan tulusku melayani-Nya. Langkah itu dimulai dari doa seorang mama tercinta, mama Gultom. Kemudian aku melangkah menuju bandara Polonia untuk bertemu teman seperjuangan, kemudian dilanjutkan kerumah papa Simanjuntak untuk mempersiapkan semua, dari surat-surat, bertemu opung Praeses dikantornya, HKBP Kartini, Tebing Tinggi, cek kesehatan di Balige, dan menutup kegiatan menyerahkan surat lamaranku ke kantor pusat HKBP, Pearaja tarutung. Kesan pertama sesampaiku di Tebing Tinggi adalah aku dan papaku menyusun surat-surat bersama-sama. Kegiatan yang selalu kami lakukan bersama-sama. Papaku seorang organisator terhebat yang pernah ku kenal, dan seorang ayah terbaik yang pernah ada dimuka bumi ini. Ayah yang mengerti anaknya, walaupun sering berlebihan, namun harus kuakui itu mungkin karena pengalaman masa muda dan pengetahuannya tentang HKBP. Entahlah, yang ku tahu, papaku seorang pahlawan keluarga yang memiliki caranya sendiri. Setelah malam berlalu, kami pergi ke kantor Praeses Distrik Tebing Tinggi Deli, Opung Tendens Simanjuntak. Kami berbicara tidak banyak da fokus pada tujuan meminta tanda tangannya dan berbincang tentang pacarku, yang ia kenal Br. Simanungkalit. Beberapa saat kemudian, kami berangkat menuju rumah Pdt. Purba, sebelum menuju Tarutung. Dalam perjalanan kami merasa perlu untuk mengisi perut yang telah menunjukkan tanda lapar. Kami berhenti disebuah lapo lama yang kata papaku, salah satu tempat makan favoritnya dulu. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju RS. Balige dan bertemu Pdt. Pasaribu, Pendeta HKBP Ressort Balige, dan Pdt. Midian Sirait, Praeses Distrik Balige. Setelah mendapatkan hasil kesehatan, kami berangkat menuju Kantor Pusat HKBP, kami bertemu, Wakabiro Personalia, Pdt. Samuel Sitompul yang sedang bekerja, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Mori Sihombing, dan Pdt. Freddy Tinambunan, dan Pdt. S. Lumbantobing, Ka.Biro Outreach. Setelah mengurus surat-surat dan kelengkapan, kami pulang. Aku dan temanku dan lae Daniel Manalu tinggal di Balige, sementara papa dan Pdt. Purba melanjutkan perjalanan menuju Tebing Tinggi. Kami tinggal di rumah teman yang juga rekan orientasi di STT HKBP beberapa bulan lalu. Disela-sela kesibukan tersebut, aku menyempatkan waktuku berkomunikasi dengan kekasihku, di Kranggan, Bekasi-Cileungsi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s